Kang Sejo Melihat Tuhan

  • Title: Kang Sejo Melihat Tuhan
  • Author: Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid
  • ISBN: 9789795116929
  • Page: 362
  • Format: Paperback
  • Kang Sejo Melihat Tuhan Islamic approach to spirituality collection of articles previously published in periodicals
    Islamic approach to spirituality collection of articles previously published in periodicals.

    • [PDF] Download ✓ Kang Sejo Melihat Tuhan | by ✓ Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid
      362 Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid
    • thumbnail Title: [PDF] Download ✓ Kang Sejo Melihat Tuhan | by ✓ Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid
      Posted by:Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid
      Published :2019-07-19T06:55:27+00:00

    About Mohamad Sobary Abdurrahman Wahid


    1. Mohamad Sobary biasa dipanggil Kang Sobary, lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 7 Agustus 1952 umur 57 tahun adalah budayawan yang sering menulis di beberapa surat kabar Indonesia Kolomnya sampai sekarang masih muncul di Harian Kompas Minggu di rubrik Asal Usul Mantan Pemimpin Umum Kantor Berita Antara ini sekarang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan 1 Partnership for Governance Reform.Jabatan tersebut berakhir bulan Juli 2009 Kini Sobary sedang memfokuskan diri pada penulisan Novel tentang keluarga Syalendra yang membangun Borobudur Ditengah kesibukan itu dia juga menyelesaikan segenap kenangan dengan Gus Dur 1 Jejak Guru Bangsa Meneladani Kearifan Gus Dur, minggu ketiga Februari 2010 terbit di GRAMEDIA 2 Kenangan lainnya, dialog dialog dengan Gus Dur yang pernah direkam dan diperjualbelikan, akan diterbitkan kembali dengan judul Gus Dur dan Kang Sobary KeIndonesiaan dan Kemanusiaan.


    988 Comments


    1. Selama jeda sejenak dari pekerjaan setelah melahirkan beberapa saat lalu, aku berkempatan membaca ulang buku ini. Tidak semua isinya, hanya sebagian artikel dari buku kumpulan tulisan Mohammad Sobary ini, terutama yang berkaitan dengan religiusitas dan spiritualitas.And it hooked me. Beberapa tulisan bahkan membuatku meneteskan air mata, karena terharu, tersentuh, tergugah, dan menghasrati pengalaman yang serupa. Spiritualitas pilihan Mohammad Sobary sangatlah bersahaja dan membumi. I love this [...]

      Reply

    2. Awal kira ini buku hanya tentang spiritualitas atau religius dari seorang tokoh istimewa, makanya awal-awal saya tidak tertarik membacanya (beli baru dari bulan lalu tapi tidak dibuka segelnya). Setelah membacanya, ternyata diluar ekspektasi saya, luar biasa. Saya dapat membayangkan apa-apa yang ada di pikiran saudara penulis mengenai pandangannya pada apapun yang menurut saya uniform baik dari sisi agama dan budaya (sebagian besar dalam negeri), dapat dicontoh, tidak menggurui. Tapi, saya selal [...]

      Reply

    3. Judulnya menggelitik, covernya bagus, dan terpajang di rak fiksi di Gramedia Padang, maka akhirnya saya membeli buku ini. Setelah dibaca satu bab, eh kok ya non fiksi, lalu dua tiga bab, lho kok bahasannya Muhammadiyah dan NU. Duh, saya salah beli buku. Saya sempat meninggalkan sebentar, membaca satu dua buku fiksi yang lain. Setelah saya kembali membacanya lagi dan menemukan bab-bab lain, ternyata isinya bagus. Lebih banyak tentang pemahaman hidup. Pengalaman penulis yang tidak bersifat menguru [...]

      Reply

    4. Filsuf sekali Kang Sobari memaparkan sosok Kang Sejo.Apalagi saat Kang Sejo tidak fasih ilmu tajwid karena di usia tua ia baru belajar ngaji "A`in Joa`inbukan Ngain". Lalu ketika bacaan lainnya yang tidak fasih seperti menyebut Alhamdulillah dengan kata 'Lakamdulillah', ia hanya sadar bahwa Tuhan tak mungkin mendengar maksud isi hatinya. Tuhan tak mungkin membedakan antara yang fasih dan ndak. Tuhan Maha Tahu.Ada kelucuan sekilas, tetapi pesannya sangat nendang !

      Reply

    5. Tulisan Sobary di buku ini menjadi penyegar ingatan kita bahwa tuhan itu pengasih-penyayang dan bukan pemarah-pendendam. Dengan jenaka sekaligus menyayat kesadaran, kisah-kisah dalam buku ini mengingatkan kita bahwa ayat tuhan itu terhampar lebih luas dari kumpulan huruf dalam kitab. Kisah orang-orang biasa yang "bermodal pas-pasan" dan malah "ditemui" oleh tuhannyayang, buku ini terkesan asal cetak. Banyak kata-kata yang kurang huruf bahkan salah ketik dibiarkan begitu saja

      Reply

    6. terima kasih kang telah menuntun saya melihat tuhat, tapi kang ternyata sulit yatu sederhana dan menggugat ritual keagamaan yang hanya sebata kurungan saja. dalam bukunya ia mencoba menawarkan konsep yang dixsebut dengan kealehan soaial di satu sisi dan kesalehan ritual di sisi yang lain. kang sejo, hanya satu bagian yang terekan dalam tulisan sobari yang sederhana tapi sarat makna initerima kasih kang

      Reply

    7. kumpulan tulisan kang sobari, yang mebuat saya merenung dan mensyukuri keislaman saya. yang meski tak sempurna ini.cerita-cerita menggelitik seputar interaksi antar umat manusia berkait dengan agama dan kehidupan sosial. dengan bahasa yang sangat "jogja." satir, lucu, kadang memutar, tapi tiba-tiba lugas.

      Reply

    8. merupakan kumpulan kolom dari mohammad sobary,ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sama sekali tidak menggurui,dan semakin menambah keyakinan kalau tuhan itu sebenarnya penuh dengan cinta kasih kenapa kita jadi begitu cepat tersinggung??//

      Reply

    9. wow. baru baca sedikit aja udah terkesimamang Bapak satu ini membuat kita membaca, tapi seperti mengalami apa yang dibaca. detail situasi, emosi, dan keadaan alam disampaikan dengan baik sekali. terima kasih

      Reply

    10. nambah spiritual bgt

      Reply

    11. Saya suka dongengan Homo mBantulensis satu ini. Suka suaranya yang kerap hadir melalui siaran radio swasta Jakarta. Gelitiknya membuat saya mentertawai akan ke-langit-an hidup di dunia.

      Reply

    12. Filosofis, lucu,sederhana tapi sarat dengan makna

      Reply

    13. cerita penuh hikmah, madzhabku dalm menulis

      Reply

    14. Kumpulan esai lama Kang Sobary. Sebagian tak lekang oleh zaman. Sebagian mau tak mau terasa suasana Orba yg melingkupinya.

      Reply

    15. wolo wolo kuwato. gusti mboten sare

      Reply

    16. hibah dari Rhea. jauh2 dibawain dari Surabaya. Terima kasiih :)

      Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *